“Language Motivation Seminar” Memotivasi Santri Baru Agar Menjadikan Penggunaan Bahasa Asing Hal yang Menyenangkan, Bukan Beban

Santri kelas X Intensif dan kelas VII menyimak seminar dari narasumber (Foto:Condong Online)

CONDONG-ONLINE.COM- Jumat (11/9) Para santri baru Pesantren Condong kini telah diwajibkan untuk berbahasa Arab dan Inggris di kesehariannya, apabila tidak maka mereka akan dikenakan sanksi oleh CLI (Central Languange Improvement) OSPC. Hal tersebut dilakukan sebagai pembiasaan bagi para santri, karena apabila ilmu mengenai kebahasaan yang mereka pelajari tidak diamalkan, maka hal tersebut sia-sia.

Language is our crown” merupakan motto yang seringkali disebut di pondok ini. Meskipun berbicara dengan dua Bahasa asing bukan hal yang sangat di fokuskan di Pesantren Condong. Namun, berbahasa Arab dan Inggris seolah menjadi identitas para santri Pesantren Condong. Karena para santri diwajibkan untuk berbicara menggunakan dua bahasa asing tersebut di kesehariannya.

Bagian LAC (Language Advisory Council) yang dibantu oleh bagian CLI (Central Language Improvement) OSPC mengadakan kegiatan Language Motivation Seminar dengan tema “With language you are at home anywhere”. Kegiatan ini tak lain dilaksanakan guna memberi motivasi bagi seluruh santri baru agar menjadikan kewajiban berbahasa Arab dan Inggris di Pesantren Condong menyenangkan serta tidak dijadikan beban.

Foto bersama bagian CLI putra dan narasumber (Foto : Condong Online)

Seminar ini diisi oleh dua alumni Pesantren Condong yang telah mengenyam pendidikannya hingga benua eropa. Mereka berdua adalah Dzul Fadli Rahman mahasiswa St. Petersburg Polytechnic University Rusia dan Dimas Rachman Taufiq mahasiswa University of Glasgow England.

Sengaja LAC menjadikan para alumni sebagai narasumber, agar memotivasi para santri bahwa dengan pembiasaan penggunaan bahasa Arab dan Inggris di Pesantren Condong dapat dijadikan bekal dan berguna bagi para santri yang berminat melanjutkan pendidikan di luar negeri. Disela-sela seminar, Dzul Fadli dan Dimas pun menceritakan pengalaman mereka ketika mengenyam Pendidikan di luar negeri.

Dalam pemaparannya, Dzul Fadli memaparkan bahwa dengan bahasa kita bisa mengelilingi dunia, apalagi dengan bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional. Kemudian dengan mempelajari bahasa Arab yang merupakan bahasa Al-Quran dan surga, insyaallah dunia dan ukhrowi kita dapat terlengkapi, namun tetap diiring ikhtiar yang lain dan ibadah yang rajin.

Penyerahan sertifikat penghargaan bagi santri dengan nilai tertinggi ujian simple structure (Foto: Condong Online)

Pad akhir kegiatan, bagian bahasa atau CLI putri mengumumkan beberapa prestasi yang diraih oleh santri kelas VII dan kelas X Intensif. Sebelum diresmikan penggunaan Bahasa Arab dan Inggris, para santri dibekali hafalan Simple Structure, Speak Up, dan pemberian mufrodat atau kosa kata dalam bahasa arab dan Inggris setiap paginya. Oleh karena itu, bagian Bahasa mengadakan ujian Simple Structure, setelah dua bulan mereka menghafalnya.

Nilai ujian simple structure tertinggi diraih oleh Umniyati Fauziah kelas X MIPA D dengan nilai 100. Kemudian penghafal simple structure tercepat diraih oleh saudara kembar Ana Fajriana dan Ani Fajriani dari kelas X MIPA D, juga Mia dari kelas VII. Penghargaan ini diberikan sebagai motivasi bagi seluruh santri baru agar bersemangat dalam mempelajari bahasa.

News and Event / News    Dibaca 637x


Artikel Lainnya


Beri Komentar

  • TENTANG KAMI

    Majalah condong online seputar berita dan artikel tentang kajian/dunia islam, tips & inspiration, family, event, radio online, dll.

  • CONDONG-ONLINE.COM

  • Pengunjung Website