Kuliah Umum Kepesantrenan; Momen Sakral yang Dihadiri Seluruh Elemen Pesantren

Foto: condong-online/KH. Diding tengah menjadi narasumber

CONDONG-ONLINE – Rangkaian acara Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy belum usai. Selepas menggelar pawai ta’aruf pada Sabtu, (19/08), panitia kembali melanjutkan rentetan acara berikutnya, yakni Kuliah Umum Kepesantrenan.

Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari mulai 20-22 Agustus 2017 bertempat di Auditorium pesantren. Mengingat begitu penting pengenalan dan pemahaman nilai-nilai kepesantrenan, maka seluruh elemen pesantren turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00-12.00 WIB ini. Oleh karenanya, peserta Kuliah Umum meliputi seluruh santri baik putra dan putri dengan dibatasi hijab, seluruh guru, jajaran pimpinan, keluarga besar pesantren dan staf administrasi.

Narasumber hari pertama diisi oleh pimpinan pesantren KH. Diding Darul Falah untuk sesi pertama. Beliau menjelaskan dengan rinci profil dan sejarah berdirinya pondok pesantren Riyadlul ‘Ulum Wadda’wah  hingga bisa seperti sekarang. Estapeta kepemimpinan pondok sendiri telah melalui masa yang amat panjang, hingga sampai pada beliau selaku generasi ke-7.

Di sesi kedua, kepala SMA Terpadu Drs. H. Mahmud Farid, M.Pd. membawakan materi tentang strategi pengajaran di pondok pesantren, macam-macam generasi, Panca Jiwa, Panca Jangka dan Pilar-pilar Perjuangan.

Untuk menguji sejauh mana daya simak peserta kuliah, ustadz Endang melempar beberapa pertanyaan dari materi yang ustadz Mahmud sampaikan kepada beberapa guru dan santri. Suasana kuliah pun menjadi ramai bak acara kuis.

Di hari kedua, sesi pertama diisi Drs. H. Endang Rahmat yang memaparkan materi seputar Panca Jangka pesantren dan penanaman nilai-nilai perjuangan. Dilanjutkan di sesi kedua oleh ustadz Budi Syihabuddin, S.Th.I., M.Pd. yang menjelaskan bagaimana generasi perintis berjuang di era keterpaduan.

Beliau menekankan betapa banyak sekali hikmah dan falsafah hidup yang pondok dapat selama ini. Oleh karenanya, beliau ingin seluruh santri dan guru memahami semua itu agar pondok bisa semakin maju. Itu pula yang menjadi sebab mengapa  acara Kuliah Umum menjadi begitu penting dan sakral hingga dihadiri seluruh elemen pesantren.

Hari ketiga sendiri diisi dengan evaluasi materi yang telah didapat santri selama kuliah umum. Sementara itu, penutup Pekan Perkenalan Khutbatul ‘Arsy akan digelar awal Oktober dengan perhelatan seni besar santri.[Lena]

News and Event / News    Dibaca 467x


Artikel Lainnya


Beri Komentar

  • TENTANG KAMI

    Majalah online seputar berita dan artikel tentang kajian/dunia islam, tips & inspiration, family, event, radio online, dll.

  • CONDONG-ONLINE.COM

  • Pengunjung Website